Press Briefing Menlu RI, 14 Oktober 2020

Teman-teman media yang saya hormati

Hari ini adalah hari terakhir kunjungan 2 hari Pak Menteri BUMN, Wamen BUMN, Tim Kemkes dan saya di London.

Kami akan menyampaikan beberapa hasil pertemuan, setelah itu saya minta dengan hormat Pak Menteri BUMN, Pak Eric untuk menambahkan

Beberapa kegiatan yang saya lakukan selama berada di London dan hasilnya

Pertama, Pertemuan bilateral dengan Menlu Inggris, Dominic Raab. Ini merupakan pertemuan in person pertama setelah kita bertemu secara virtual dalam pertemuan para Menlu ASEAN dengan Menlu Inggris pada bulan September lalu

Inggris merupakan mitra strategis Indonesia sejak tahun 2012

Dan Inggris merupakan mitra dagang ke-4 terbesar Indonesia dari Eropa dan merupakan peringkat pertama perdagangan kayu dari Eropa.

Inggris merupakan mitra investasi ke-2 terbesar dari Eropa

Dalam pertemuan bilateral, kami sepakat untuk memperkuat kerja sama baik secara bilateral maupun dalam konteks multilateral

Semangat kerja sama penting untuk terus diperkuat di tengah tantangan besar yang dihadapi negara dunia terutama di masa pandemi ini.

Sebagai sesama negara anggota DK PBB, kita sepakat untuk terus mengarus-utamakan multilateralisme.

Kita juga sepakat memperkuat kerjasama pengelolaan COVID-19.

Untuk ASEAN, Inggris telah menyampaikan komitmen 1 juta poundsterling untuk ASEAN COVID-19 Response Fund.

Secara bilateral, Indonesia dan Inggris juga telah menandatangani MOU mengenai Kemitraan Riset dan Inovasi bulan pada bulan Agustus lalu dan MOU serta Rencana Aksi mengenai “Anti-Microbial Resistance” bulan Juni Lalu.

Di track multilateral kita memiliki komitmen yang sama untuk mendukung kerja platform kerja sama multilateral seperti WHO, GAVI, dan CEPI dalam kerangka COVAX Facilities, terutama terkait akses setara terhadap vaksin yang aman dan terjangkau.

Dalam kaitan ini, saya menyampaikan informasi kepada Menteri Luar Negeri Inggris, berbagai pertemuan yang dilakukan Indonesia selama berada di London antara lain dengan AstraZeneca, Imperial College London dan juga dengan CEPI yang membahas antara lain mengenai kerja sama vaksin.

Sementara itu teman-teman, untuk kerjasama perdagangan, saya menyampaikan kekhawatiran Indonesia terhadap rencana Inggris memberlakukan tindakan due diligence untuk beberapa komoditas pertanian, termasuk kelapa sawit, kopi, kayu dan produk kayu.

Saya sampaikan bahwa kebijakan seperti ini memiliki potensi menjadi hambatan non-tarif ekspor Indonesia ke Inggris.

Saya sarankan agar kita duduk dan membahas kemungkinan pembuatan “mutual recognition” dari kebijakan yang telah dimiliki masing-masing negara mengenai supply chain sustainability.

Mengenai kerjasama investasi dengan Inggris, saya menyambut baik minat kuat dari beberapa investor Inggris di bidang renewable energy, misalnya:

Aggreko yang merencanakan operasinya di Indonesia dari suplai gas dan diesel ke suplai solar PVs;

Orbital Marine Power yang merencanakan membangun proyek “tidal turbine” yang akan memproduksi energi 10MW di wilayah timur Indonesia;

Nova Innovation yang berencana membangun “off-grid tidal turbine”

Pertemuan yang kedua adalah pertemuan dengan CEO CEPI (Coalition for Epidemic Preparedness Innovation).

Inti pertemuan adalah membahas tindak lanjut dari due diligence yang dilakukan CEPI terhadap Biofarma pada September lalu, selain itu, kita juga membahas peluang kerjasama strategis yang dapat dilakukan beyond COVID-19.

CEPI menghargai komitmen Indonesia untuk melakukan kerja sama dengan CEPI. CEO CEPI menyampaikan bahwa hasil due diligenceterhadap Bio Farma menunjukkan hasil yang sangat baik. Oleh karena itu, CEPI siap melakukan kerjasama dengan Bio Farma.

Hasil baik due diligence ini juga merupakan pengakuan, teman-teman, terhadap kapasitas dan kualitas yang dimiliki Bio Farma untuk manufacturing vaksin.

Selain itu, CEPI juga menyambut dengan baik keinginan Indonesia untuk melakukan kerjasama strategis jangka panjang dengan CEPI, antara lain untuk:

pengembangan berbagai platform teknologi rapid vaccine dan imunoprofilaksis untuk melawan patogen yang tidak diketahui. Dan juga melakukan riset dan pengembangan inovasi vaksin berpotensi epidemi/pandemi.

Sebagai bentuk komitmen Indonesia terhadap upaya multilateral untuk menjamin akses setara terhadap vaksin yang aman dan dengan harga terjangkau, maka selama pertemuan dengan CEPI, Indonesia telah menyampaikan keinginannya untuk menjadi bagian dari CEPI Investors Council.

Besaran kontribusi Indonesia terhadap CEPI akan dibahas lebih lanjut.

Teman-teman yang saya hormati,

Pertemuan ketiga adalah pertemuan kami dengan jajaran pimpinan Astra Zeneca (atau AZ) yang kemudian ditindaklanjuti dengan penandatanganan Letter of Intent antara AZ dan Kemkes.

Teman-teman,

Pertemuan dengan AZ terutama digunakan untuk secara detail membahas komitmen penyediaan vaksin diluar komitmen bilateral yang telah diperoleh sebelumnya dari Sinovac dan Sinopharm/G42.

Sebelum pertemuan pada hari ini, telah dilakukan serangkaian pertemuan virtual secara intensif antara Indonesia dengan AZ.

Sebagai informasi teman-teman, Vaksin AZ merupakan salah satu kandidat vaksin yang oleh WHO tercatat telah memasuki tahap uji klinis 3. Vaksin AZ ini menggunakan platform non-replicating viral vector.

Pertemuan dengan jajaran pimpinan AstraZeneca telah berjalan dengan baik. Indonesia telah menyampaikan permintaan penyediaan vaksin sebesar 100 juta untuk tahun 2021.

Pihak AZ menyambut baik permintaan tersebut. Pengiriman pertama diharapkan dapat dilakukan pada semester pertama tahun 2021 dan akan dilakukan secara bertahap.

AZ juga sangat tertarik untuk membangun kerjasama dan kolaborasi strategis jangka panjang dengan Indonesia.

Di dalam pertemuan, delegasi Indonesia menegaskan mengenai pentingnya faktor keamanan dan efikasi dari vaksin. Faktor-faktor ini akan menjadi bagian penting dari kerja sama vaksin Indonesia dengan AZ termasuk berbagi informasi mengenai hasil uji klinis tahap I dan II.

Pertemuan ditutup dengan penandatanganan LoI terkait dengan rencana pengadaan Vaksin COVID-19 dari Astrazeneca oleh Pemerintah Indonesia. Pemerintah Indonesia diwakili oleh Pak Sekjen Kemkes.

Pertemuan yang keempat adalah pertemuan dan penandatanganan LoI antara Imperial College London (ICL), VacEquity Global Health ltd (VGH) dan Kementerian Kesehatan.

Dalam pertemuan dengan ICL dan VGH, kami membahas berbagai potensi kerja sama strategis kedepan diantaranya

Penelitian, pendidikan dan inovasi terkait dengan pengembangan platform vaksin “self-amplifying RNA” (saRNA); dan

Pencegahan dan pengendalian penyakit menular, teknologi kesehatan dan peningkatan SDM di bidang kesehatan.

Indonesia dan ICL masih terus membahas kemungkinan dilakukannya uji klinis tahap 3 vaksin saRNA di Indonesia.

Vaksin saRNA ini memiliki arti penting karena memungkinkan pengembangan unit manufaktur modular atau “pop up” yang dapat memastikan akses cepat atas vaksin dimanapun di dunia.

Teman-teman media yang saya hormati,

Selama berada di London, kita juga melakukan pertemuan dengan beberapa peneliti/pelajar Indonesia di bidang kedokteran khususnya dalam pengembangan alat diagnostic, terupatik dan vaksin COVID-19.

Teman-teman,

Sebagai kesimpulan, dapat saya sampaikan bahwa kunjungan kami ke London membuahkan hasil yang baik

Pertama, kita telah mengamankan tambahan kebutuhan vaksin untuk Indonesia dari AstraZeneca.

Kedua, kita sambut baik laporan due diligence CEPI terhadap Bio Farma yang mengatakan hasilnya sangat baik. Selain pengakuan terhadapkapasitas dan kualitas Bio Farma, hasil due diligence ini akan membuka pintu bagi Bio Farma untuk melebarkan networking kerja sama internasional.

Ketiga, sebagai salah satu bentuk dukungan Indonesia terhadap penyediaan akses vaksin bagi semua atau vaccine for all, Indonesia telah menyampaikan rencana kontribusi terhadap CEPI.

Keempat, berbagai pertemuan di London juga sangat bermanfaat bagi upaya kita untuk memperkuat health security dan kemandirian Indonesia dalam menghadapi infectious diseases masa depan dalam kerja sama teknis dengan CEPI dan ICL.

Jadi demikianlah teman-teman yang dapat saya sampaikan.

Dengan hormat saya mengundang Bapak Menteri BUMN untuk menyampaikan tambahan informasi

Pak Eric, dipersilahkan

Terimakasih Pak Menteri BUMN.

Jadi teman-teman, itulah yang dapat kami sampaikan dari hasil berbagai pertemuan kami di London.

Sementara, untuk hasil pertemuan di Bern dan Jenewa akan kami sampaikan pada hari Jumat malam, sebelum kepulangan kami semua ke Jakarta.

Demikian teman-teman, stay healthy, stay strong and stay united

Take care

Share this article

Tobias Asserlaan 8,
2517 KC Den Haag, Belanda

 

 

www.indonesia.nl

kontak & pelayanan

Buka Kantor:
Senin - Jumat
10.00 - 16.00 

Kekonsuleran: 
Hari SENIN, RABU JUMAT saja
11.00-12.00

Paspor (WNI): 
hari RABU & JUMAT saja
10.30 - 12.30 (pengajuan)
14.00 - 15.00 (pengambilan)

Visa (WNA):  
Hari SELASA & KAMIS saja
10.30 - 12.30 (pengajuan)
14.00 - 15.00 (pengambilan)




KBRI tutup pada hari libur nasional Indonesia dan Belanda

info hari libur 2020

Lokasi & Route