HOTLINE (Hanya untuk WNI / For Indonesian Only) :

062 88 60 509  ::  068 26 36 298  ::  068 26 40 665  ::  068 28 37 606. ::  068 28 49 252

FIXLINE (jam kerja):

070 3108 100

Anda akan dihubungkan dengan operator untuk mengarahkan kepada Tim Satgas Tanggap Darurat


Kementerian Kesehatan Belanda

0 800 1351

World Health Organization (WHO)

+41 79 89 31 892

Cukup kirim hi ke nomor tsb melalui aplikasi WhatsApp


Situs Penting

Covid19.go.id  ::  RIVM  ::  Nederlandwereldwijd  ::  IATA  ::  ECDC Europe  ::  Rijksoverheid.nl  ::  Government.nl  ::  Peduli WNI Kemlu.go.id

 

Penyesuaian Aturan terbaru tentang Protokol Perjalanan selama Pandemi COVID-19 di Indonesia

KEMENTERIAN LUAR NEGERI REPUBLIK INDONESIA

No. D/01661/08/2021/64

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menyampaikan salam hormatnya kepada seluruh Perwakilan Negara Asing (PNA) dan Organisasi Internasional (OI) di Indonesia, dan menindaklanjuti Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang masih berlaku semenjak penetapannya tertanggal 3 Juli 2021, bersama ini dengan hormat disampaikan bahwa untuk menyikapi lebih lanjut perkembangan mutasi varian virus SARS-CoV-2 di Republik Indonesia, maka Pemerintah Republik Indonesia telah menetapkan:

  1. Surat Edaran Satuan Tugas Nasional Penanganan COVID-19 Nomor 17 Tahun 2021 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri dalam Masa Pandemi COVID-19 (SE-17/2021); dan
  2. Surat Edaran Satuan Tugas Nasional Penanganan COVID-19 Nomor 18 Tahun 2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional pada Masa Pandemi COVID-19 (SE-18/2021).

Hal-hal pokok yang perlu diketahui oleh seluruh Perwakilan Negara Asing (PNA) dan Organisasi internasional (OI) yaitu:

  1. Protokol Kesehatan Bagi Warga Negara Asing (WNA) pelaku perjalanan dalam negeri sesuai yang diatur dalam SE-17/2021
  2. Protokol Kesehatan bagi Warga Negara Asing (WNA) pelaku perjalanan internasional yang diizinkan memasuki wilayah Republik Indonesia sesuai yang diatur dalam SE- 18/2021

Hal-hal pokok yang perlu diketahui oleh seluruh Perwakilan Negara Asing (PNA) dan Organisasi internasional (OI) yaitu:

 

  1. Protokol Kesehatan Bagi Warga Negara Asing (WNA) pelaku perjalanan dalam negeri sesuai yang diatur dalam SE-17/2021
    1. Setiap individu yang melaksanakan perjalanan orang wajib menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan yang berlaku yang ditetapkan di masing-masing daerah asal ataupun tujuan.
    2. Pelaku perjalanan jarak jauh dari dan ke Pulau Jawa serta Pulau Bali yang menggunakan seluruh moda transportasi (darat, udara, dan laut) wajib menunjukkan: (i) Kartu vaksin pertama, (ii) Surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR (2x24 jam) atau rapid test antigen (1x24 jam) (sesuai moda transportasi), dan (iii) Menerapkan protokol kesehatan 5M, yaitu: Memakai masker, Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, Menjaga Jarak, Menjauhi Kerumunan, serta Membatasi mobilisasi dan interaksi.
    3. Ketentuan menunjukan kartu vaksin dikecualikan bagi pelaku perjalanan dengan kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid yang menyebabkan pelaku perjalanan tidak dapat menerima vaksin, dengan persyaratan wajib melampirkan surat keterangan dokter dari Rumah Sakit Pemerintah yang menyatakan bahwa yang bersangkutan belum dan/atau tidak dapat mengikuti vaksinasi.
    4. Anak-anak di bawah umur 12 tahun untuk sementara waktu tidak diperkenankan melakukan perjalanan dalam negeri antar batas wilayah provinsi/kabupaten/kota.
    5. Bagi WNA yang sudah berada di Indonesia dan akan melakukan perjalanan, baik domestik maupun internasional, diwajibkan untuk melakukan vaksinasi melalui skema program atau gotong royong sesuai peraturan perundang-undangan yang akan diumumkan selanjutnya.
  2. Protokol Kesehatan bagi Warga Negara Asing (WNA) pelaku perjalanan internasional yang diizinkan memasuki wilayah Republik Indonesia sesuai yang diatur dalam SE- 18/2021
    1. Kategori WNA pelaku perjalanan dari luar negeri yang diizinkan masuk ke Indonesia mengacu pada:
      1. ketentuan Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 27 tahun 2021 tentang Pembatasan Orang Asing Masuk ke Wilayah Indonesia dalam Masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat yang berlaku sejak tanggal 21 Juli 2021.
      2. Sesuai skema perjanjian bilateral Travel Corridor Arrangement (TCA); dan/atau
      3. Mendapatkan pertimbangan/izin khusus secara tertulis dari Kementerian/ Lembaga.
    2. Semua WNA yang akan memasuki wilayah Republik Indonesia wajib menunjukkan kartu atau sertifikat (berupa fisik maupun digital) telah menerima vaksin COVID-19 dosis lengkap, dengan perubahan aturan pengecualian kepada kategori WNA sebagai berikut:
      1. WNA pemegang visa diplomatik dan visa dinas yang terkait dengan kunjungan resmi/kenegaraan pejabat asing setingkat menteri ke atas dan WNA yang masuk ke Indonesia dengan skema Travel Corridor Arrangement, sesuai prinsip resiprositas dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat;
      2. WNA di bawah usia 18 tahun;
      3. WNA dengan kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid yang menyebabkan pelaku perjalanan tidak dapat menerima vaksin, dengan persyaratan wajib melampirkan surat keterangan dokter dari Rumah Sakit Pemerintah negara keberangkatan yang menyatakan bahwa yang bersangkutan belum dan/atau tidak dapat mengikuti vaksinasi Covid-19.
    3. Dalam hal WNA belum mendapat vaksin di luar negeri, maka akan divaksinasi di tempat karantina setibanya di Indonesia setelah dilakukan pemeriksaan RT-PCR kedua dengan hasil negatif, bagi WNA sebagai berikut:
      1. berusia 12-17 tahun;
      2. pemegang izin tinggal diplomatik dan izin tinggal dinas; dan/atau
      3. pemegang kartu izin tinggal terbatas (KITAS) dan kartu izin tinggal tetap (KITAP).
    4. Ketentuan tes kesehatan RT-PCR serta karantina bagi WNA pelaku perjalanan luar negeri masih diberlakukan sebagaimana pengaturan yang berlaku sebelumnya dalam Adendum Surat Edaran Satuan Tugas Nasional Penanganan COVID-19 Nomor 8 Tahun 2021, yaitu:
      • menunjukkan hasil negatif melalui tes RT-PCR di negara asal keberangkatan yang sampelnya diambila dalam kurun waktu maksimal 3 x 24 jam sebelum keberangkatan;
      • Diplomat, staf, dan keluarganya, serta WNA umum wajib melakukan isolasi di hotel selama 8 x 24 jam yang dapat dipilih secara mandiri sesuai daftar Hotel/Penginapan yang telah mendapatkan sertifikasi penyelenggaraan akomodasi isolasi COVID-19 oleh Kementerian Kesehatan, dengan biaya seluruhnya ditanggung mandiri.
      • Kepala Perwakilan Asing diplomatik dan keluarga dapat melakukan isolasi secara mandiri di kediaman diplomatik selama 8 x 24 jam; dan
      • tes RT-PCR 1 x 24 jam setelah ketibaan di Republik Indonesia; dan
      • tes RT-PCR 7 x 24 jam setelah ketibaan/untuk menyelesaikan masa karantina wajib
        di Indonesia 8 x 24 jam.
    5. Setelah selesai masa isolasi selama 8 x 24 jam dan dinyatakan negatif, maka semua pelaku perjalanan internasional tetap dihimbau untuk melakukan isolasi secara mandiri di rumah masing-masing hingga 14 (empat belas) hari terhitung sejak tanggal ketibaan di Republik Indonesia.
  3. Protokol Kesehatan bagi Warga Negara Asing (WNA) yang hendak melakukan perjalanan keluar dari wilayah RI
    WNA yang belum melakukan vaksinasi dan bermaksud untuk melakukan perjalanan domestik dan melanjutkan dengan tujuan mengikuti penerbangan internasional keluar dari wilayah RI, diperbolehkan untuk tidak menunjukkan kartu/sertifikat vaksinasi COVID-19 selama tidak keluar dari area bandara selama transit menunggu penerbangan internasional yang hendak diikuti, dengan persyaratan:
    1. telah diizinkan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan setempat untuk melaksanakan perjalanan domestik dengan tujuan agar dapat meneruskan penerbangannya keluar dari Indonesia; dan
    2. menunjukkan jadwal tiket penerbangan ke luar Indonesia untuk direct transit dari kota keberangkatan menuju bandara internasional di wilayah RI dengan tujuan akhir ke negara tujuan.

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menghimbau kepada Korps Diplomatik dan WNA yang sudah berada di Indonesia agar dapat mematuhi ketentuan protokol kesehatan untuk perjalanan dalam negeri dan perjalanan internasional sebagaimana dimaksud serta dapat membatasi perjalanan domestik yang tidak penting/mendesak, apabila berpotensi terganggunya perjalanan tersebut dan untuk ikut mengurangi potensi penyebaran Covid- 19 secara cepat di wilayah Republik Indonesia.

Kementerian menyampaikan lebih lanjut bahwa ketentuan di atas berlaku sejak tanggal 11 Agustus 2021 hingga pemberitahuan perubahannya lebih lanjut, dan dengan pemberlakuan peraturan sebagaimana dimaksud maka Surat Edaran Satuan Tugas Nasional Penanganan COVID-19 Nomor 8 Tahun 2021, Adendum Surat Edaran Satuan Tugas Nasional Penanganan COVID-19 Nomor 8 Tahun 2021, dan Surat Edaran Satuan Tugas Nasional Penanganan COVID- 19 Nomor 16 Tahun 2021, dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menggunakan kesempatan ini untuk sekali lagi menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Perwakilan Negara Asing dan Organisasi Internasional di Indonesia.

Jakarta, 11 Agustus 2021

Share this article

Tobias Asserlaan 8,
2517 KC Den Haag, Belanda

 

 

www.indonesia.nl

kontak & pelayanan

Buka Kantor:
Senin - Jumat
09.00 - 16.00 

Kekonsuleran: 
Hari SENIN, SELASA & RABU saja
10.00-12.00 
(dengan janji)

Paspor (WNI): 
hari SENIN - JUMAT
09.00 - 12.00 (pengajuan)
14.00  - 15.00 (pengambilan)
(dengan janji)

Visa (WNA):  
Hari SELASA & KAMIS saja
10.00 - 12.00 (pengajuan)
14.00 - 15.00 (pengambilan)
(dengan janji)




KBRI tutup pada hari libur nasional Indonesia dan Belanda

info hari libur 2020

Lokasi & Route