StuNed 20 Years, It’s about impact, StunedDay, Sabtu, 2 Maret 2019

“StuNed 20 Years, It’s about impact”, demikian tema yang diusung oleh StuNed Scholarship, program beasiswa oleh pemerintah Belanda untuk Indonesia dalam merayakan 20 tahun kiprahnya dalam bidang pendidikan. Perayaan 20 tahun StuNed ini diadakan pada hari Sabtu, 2 Maret 2019 di Aula Nusantara KBRI Den Haag. Acara ini terselenggara atas kerjasama Nuffic Nesso Indonesia, lembaga pengelola beasiswa StuNed di Indonesia, dengan KBRI Den Haag.

Seratusan lebih mahasiswa dari Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di Belanda menghadiri acara ini. Acara dibuka secara resmi oleh Direktur Nuffic Neso Indonesia, Peter van Tuijl, dan dilanjutkan dengan penampilan mahasiswa dari Wageningen yang membawakan beberapa lagu, termasuk “Tanah Airku” dengan iringan musik angklung yang membawa suasana haru bagi sebagian mahasiswa yang hadir. Dalam sambutan singkatnya, Direktur Nuffic Neso Indonesia, StuNed telah memberikan beasiswa kepada 4.500 mahasiswa Indonesia untukm belajar di Belanda, dan sekarang telah membawa pengaruh besar bagi kemajuan Indonesia. Hadir pula pada kesempatan ini Eric van Oudheusden, Koordinator Departemen Asia Tenggara dan Pasifik, Kementerian Luar Negeri Belanda. Melihat mayoritas yang hadir dalam acara ini adalah perempuan, Eric menegaskan bahwa hal ini menjadi pertanda bagi kebangkitan kaum perempuan, terutama di Indonesia.

Duta Besar RI untuk Kerajaan Belanda, I Gusti Agung Wesaka Puja, tampil sebagai pembicara kunci. Duta Besar Puja menggarisbawahi peran para mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh Pendidikan di Belanda ini sebagai agen pembawa perubahan bagi orang-orang di sekitarnya. Dubes Puja menekankan agar mahasiswa Indonesia terus menerus berinovasi dan kreatif untuk meningkatkan pengaruhnya sebagai agen perubahan.

Berbeda dari perayaan ulang tahun StuNed sebelumnya, dalam perayaan kali ini disajikan seminar interaktif. Seminar yang diberi istilah “a moving seminar” ini dipresentasikan oleh delapan penerima beasiswa StuNed, yaitu Annisa Putri, Parara, M. Agni, Atina Rosydiana, Ingrid Sitorus, Cecilia Juwita, Stela Dimitri, dan Andi Cipta. Tema-tema yang diusung antara lain: Layanan kesehatan digital, Machine Learning, Plant early warning system pada tanaman tomat, Perempuan dan Industri rokok di Kudus, Indonesian Sustainable Palm Oil, Sistem Pertanian dengan Intercropping, dan Perempuan Pekerja di Serikat Buruh. Yang menarik adalah setiap tema dipresentasikan secara bersamaan di depan sekelompok kecil audience, yang adalah para mahasiswa yang hadir dan telah dibagi menjadi delapan kelompok kecil. Setelah selesai satu presentasi, masing-masing kelompok bergerak ke presentasi lainnya. Waktu yang diberikan pada setiap presentasi dan tanya jawab hanya delapan menit, karena itu para presenter harus menyajikan topik yang dibawakannya secara jelas dan mudah dimengerti.

Tentu saja, mahasiswa Indonesia yang hadir dalam kesempatan ini dapat menikmati masakan Indonesia yang menjadi hidangan santap siang. Ayam goreng, sayur asem, kacang teri, bakwan, sambel dan kerupuk menjadi obat pelipur rindu bagi mahasiswa Indonesia.

Acara ditutup dengan sesi sharing and reflection yang dipandu oleh Indy Hardono, Team Coordinator Scholarships, Nuffic Neso Indonesia.

Share this article

Tobias Asserlaan 8,
2517 KC Den Haag, Belanda

 

 

www.indonesia.nl

kontak & pelayanan

Buka Kantor:
Senin - Jumat
10.00*-13.00 dan 14.00-17.00

Paspor / Visa: 
10.00*-13.00 (Pengajuan)
15.00-16.00 (Pengambilan) 

Kekonsuleran: 
10.00*-13.00 (Pengajuan) 
10.00*-13.00 (Pengambilan)


KBRI tutup pada hari libur nasional Indonesia dan Belanda

info hari libur 2019

* Selama bulan Ramadhan (6 Mei - 4 Juni 2019)

Lokasi & Route