Workshop Rempah Indonesia Manjakan Lidah Influencer Belanda

KBRI Den Haag perkenalkan rempah Indonesia kepada para influencer food dan travel Belanda, Sabtu (13/11) lalu. Bukan hanya dimanjakan dengan ragam kuliner Indonesia, 14 influencer Belanda juga menyaksikan kepiawaian Rendy Reanaldy, executive chef Hotel Jakarta, Amsterdam, mengolah rempah Indonesia menjadi sajian yang menawan dan bercita rasa tinggi.

“Indonesia merupakan negeri yang kaya, tidak kurang dari 30.000 spesies tumbuh subur di Indonesia” ungkap Duta Besar Indonesia untuk Belanda, Mayerfas, pada pembukaan acara. “Untuk membuat 1 menu Indonesia, setidaknya dibutuhkan 12 rempah berbeda. Itulah filosofi yang terkandung dalam masakan Indonesia, meski berbeda-beda namun tetap satu tujuan, bhineka tunggal ika”. Mayerfas menambahkan filosofi penting di balik makanan Indonesia, yaitu nilai persatuan Indonesia.

Chef Rendy mengawali workshop rempah dengan mendemonstrasikan penggunaan rempah Indonesia pada three-course menu, yaitu tempe bacem chestnut puree, bebek pallu kaloa dan pandan ganache passion fruit. Rendy sengaja memilih menu Indonesian-fusion pada workshop kali ini untuk menunjukkan bahwa menu tradisional Indonesia dapat pula disajikan menjadi menu fine dining dengan standar bintang lima.

Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan blogger Belanda keturunan Indonesia, Helena Smit. Pemilik blog Eating Habits ini memandu para influencer untuk menjajal aneka restoran Indonesia di kota Den Haag dengan mengendarai sepeda. Setelah berkeliling kota Den Haag, peserta kemudian menghampiri KBRI Den Haag untuk mengikuti workshop dan makan malam. “Kami merasa terhormat dapat diterima oleh Duta Besar beserta tim dan dapat menyaksikan workshop secara langsung di KBRI”, pungkas Helena Smit.

Koordinator fungsi Pensosbud KBRI Den Haag, Febrizki Bagja Mukti menyatakan bahwa acara ini bertujuan untuk memperkenalkan konsep ‘Indonesia Spice up the World’ kepada khalayak di Belanda. “Kami ingin memperkenalkan konsep ini secara masif pada khalayak, namun kondisi pandemi di Belanda saat ini, membuat kami menahan diri dan hanya melibatkan influencer untuk kesempatan kali ini”.

Acara yang diselenggarakan dengan protokol kesehatan sesuai dengan kebijakan Pemerintah Belanda ini diakhiri dengan makan malam bersama berupa woku ayam, sate lilit, rendang dan karedok.

Share this article