Seminar di Belanda, Dosen FSRD Angkat Kearifan Lokal

Kearifan lokal dan UMKM Indonesia menjadi topik dalam seminar dan pameran bertajuk “Embedding Cultural Identity and Sustainability to Improve the Competitive Advantages of Indonesian Creative SMEs”, di Nijmegen, Netherlands, 4 Desember 2019. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kerja sama antara Universitas Kristen Maranatha dan Radboud University, Netherlands.

Empat orang dosen DKV FSRD mendapatkan undangan dari Department of Business Administration, Nijmegen School of Management, Radboud University untuk mempresentasikan hasil penelitian mereka. “Undangan tersebut merupakan bagian dari luaran tambahan hasil penelitian yang dibiayai hibah Ristekdikti tahun 2018-2019, yakni menjadi visiting scientist pada perguruan tinggi lain berskala internasional,” jelas Dr. Christine Claudia Lukman, M.Ds. dalam keterangannya (Rabu, 18/12/2019).

Presentasi diadakan di Elinor Ostrom Building, dibagi menjadi beberapa sesi. Pada sesi pertama Dr. Christine Claudia Lukman, M.Ds. mempresentasikan “Intangible Values in Lasem Batik Design as Significant Factor to Support Creative Industry”; Sandy Rismantojo, M.Sc. mempresentasikan “Batik 3 Negeri, The Masterpiece from a Collaboration of Three Creative Economic Districts in Central Java”. Keduanya memaparkan hasil penelitian tentang nilai-nilai tidak kasat mata pada desain batik Lasem, dan kolaborasi kreatif Lasem, Solo, dan Pekalongan dalam menciptakan adiwastra Batik 3 Negeri.

Sesi berikutnya, Monica Hartanti, M.Ds. mempresentasikan hasil penelitiannya yang berjudul “Local Content as a Feature in Food Packaging Design to Enhance the Seeling Value of MSMEs Products”, dan Nina Nurviana, M.Ds. mempresentasikan “Food Packaging by SMEs as a Multifunctional Media: Information, Marketing, Interactive, and Sustainability”. Seorang kandidat doktor dari Radboud University juga berkesempatan mempresentasikan penelitian disertasinya tentang “Motivation of Ecopreneurship Practices: Intersection of Social Identities and Family Values”.

Sesaat sebelumnya, rangkaian acara diawali dengan sambutan oleh Fery Iswandy, Councellor Communication and Socio-Cultural Division dari Kedutaan Indonesia untuk Netherlands; Dr. Caroline Essers, Associate Professor Entrepreneurship and Leadership di Department of Business Adnimistration, Nijmegen School of Management; dan Iwap Saputra Batan, Presiden Indonesian Student Association in Nijmegen. Upacara pembukaan juga diwarnai tarian merak yang ditampilkan oleh Christianna Sekarkinanti Hertadimas, mahasiswi FSRD angkatan 2020 alumnus SMAK Yahya, Bandung.

Kearifan lokal merupakan hal yang sangat penting dalam mendukung UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) baik dari segi pemasaran maupun kelangsungan usaha. Hal ini menjadi kesimpulan hasil diskusi antara pemakalah, moderator, dan peserta seminar yang terdiri dari mahasiswa S-1, S-2, S-3, dan dosen Nijmegen School of Management. “Mereka juga mengusulkan agar kemasan dan zat pewarna untuk batik Lasem menggunakan bahan-bahan yang lebih ramah lingkungan untuk mendukung sustainability ekologis,” jelas Monica saat memberikan keterangan di kampus Maranatha (Rabu, 18/12/2019). Monica juga menyampaikan bahwa perkembangan desain kemasan di Belanda (Eropa) sudah sampai pada pertimbangan eco-friendly, sementara di Indonesia masih pada pengenalan identitas kelokalan yang belum merata, sehingga hal ini perlu dikejar dengan cara yang sesuai dengan keadaan masyarakat, lingkungan, teknologi yang ada di Indonesia. “Para pelaku UMKM perlu dimotivasi untuk menciptakan produk-produk yang juga memikirkan keberlanjutan,” tambahnya.

Selain presentasi, dalam rangkaian acara juga diadakan pameran poster foto busana modern berbahan batik Lasem yang diciptakan oleh Intan Tri Raharjo (mahasiswa FSRD Maranatha) dan Wenny, M.Ds. (dosen FSRD Maranatha); kain-kain batik dari Lasem; kemasan makanan oleh-oleh dari komunitas Sabilulungan yang diredesain oleh mahasiswa DKV Maranatha berkolaborasi dengan dosen-dosen DKV Maranatha. (pm/ins)

sumber: http://news.maranatha.edu/seminar-di-belanda-dosen-fsrd-angkat-kearifan-lokal/

Share this article

Tobias Asserlaan 8,
2517 KC Den Haag, Belanda

 

 

www.indonesia.nl

kontak & pelayanan

Buka Kantor:
Senin - Jumat
09.00-13.00 dan 14.00-17.00

Paspor / Visa: 
09.00-12.00 (Pengajuan)
15.00-16.00 (Pengambilan) 

Kekonsuleran: 
09.00-12.00 (Pengajuan) 
09.00-12.00 (Pengambilan)


KBRI tutup pada hari libur nasional Indonesia dan Belanda

info hari libur 2020

Lokasi & Route