“Katong Samua Basudara”: Duta Besar RI Den Haag Dukung Gerakan Bersama Maluku Cerdas

Seminar Pendidikan Gerakan Bersama Untuk Maluku Cerdas diselenggarakan di Aula KBRI Den Haag, telah dihadiri sekitar 60 orang, terdiri dari tokoh-tokoh dari komunitas Maluku di Belanda, mahasiswa, penggiat pendidikan dan masyarakat umum. Acara ini merupakan kerja sama KBRI Den Haag dengan Yayasan Pendidikan Heka Leka yang berbasis di Kota Ambon.

Dalam sambutannya, Duta Besar RI Den Haag, I Gusti Agung Wesaka Puja menyampaikan kemajuan pendidikan sebagai salah satu prioritas utama Pemerintah Indonesia. Dengan program-program seperti Kartu Indonesia Pintar, alokasi 20 persen anggaran pembangunan untuk pendidikan, dan pembangunan infrastruktur untuk akses internet di berbagai daerah, Presiden Joko Widodo memiliki ambisi untuk mencapai “world class education” di tahun 2025.

Melalui lirik lagu “Maluku Tanah Pusaka”, Duta Besar RI Den Haag juga menyampaikan pesan persaudaraan kuat yang sangat terasa dalam Seminar Gerakan Bersama Maluku Cerdas guna memperjuangkan akses dan kualitas pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak Maluku.

Tampil sebagai pembicara adalah Mary Tupan dari Yayasan ECHO (Expertise Centre for Diversity Policy). Menurut Tupan, “Investasi dalam pendidikan sejak usia dini bermanfaat untuk mempercepat pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan dan perubahan.” Selain Mary Tupan, hadir juga Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kota Ambon, Fahmi Sallatalohy, Kepala Sekolah SMA Kristen YPKPM Ambon, Elonamayo Laturiuw yang menjelaskan permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh muridnya dan aktivitas-aktivitas sekolah melalui pendekatan positive discipline. Sementara Stanley Ferdinandus, pendiri Heka Leka menyampaikan kisah perjuangan lahirnya Heka Leka dan kerja keras yang telah dilakukan untuk memperluas akses pendidikan bagi anak Maluku. Mega Marlova, program manager Heka Leka juga turut memberikan paparan terkait nilai-nilai Siwa Lima yang mendasari program-program inovatif Heka Leka. Beberapa program andalan Heka Leka antara lain Maluku Reading Movement, Capacity Building for Teachers, dan Maluku Education Festivals.

Antusiasme peserta tampak dari berbagai pertanyaan dan tanggapan sepanjang seminar. Peserta juga diberi kesempatan untuk berdiskusi lebih jauh lagi membahas masa depan pendidikan anak di Maluku serta kontribusi yang bisa mereka berikan dalam Focus Group Discussion yang dipimpin oleh Wim Manuhutu, Direktur Museum Migrasi Den Haag.

Gerakan Bersama Maluku Cerdas ini juga mendapat dukungan kuat dari komunitas Maluku di Belanda, yang berkumpul dalam kelompok Working Group Vrienden van Heka Leka. Beberapa aktivitas yang telah dilakukan, antara lain proyek bersepeda Groningen-Paris yang disampaikan oleh Anis de Fretes dan Stanley Ferdinandus. Selanjutnya Antis Marianan juga berbagi cerita tentang Heka Leka voor Beter Onderwijs op de Molukken berupa aktivitas sosial murid-murid sekolah Het Kompass yang berhasil mengumpulkan 7000 euro untuk Heka Leka. Selain itu, terdapat juga pemutaran video Waste No Future hasil karya Robert van Alphen dan Tina de Fretes.

Seminar ini merupakan upaya KBRI Den Haag untuk meningkatkan people-to-people contact, terutama antara komunitas Maluku di Indonesia dengan komunitas di Belanda. Seminar ini merupakan dukungan kuat KBRI Den Haag terhadap upaya nyata kolaborasi masyarakat kedua negara.

Share this article

Tobias Asserlaan 8,
2517 KC Den Haag, Belanda

 

 

www.indonesia.nl

kontak & pelayanan

Buka Kantor:
Senin - Jumat
09.00-13.00 dan 14.00-17.00

Paspor / Visa: 
09.00-12.00 (Pengajuan)
15.00-16.00 (Pengambilan) 

Kekonsuleran: 
09.00-12.00 (Pengajuan) 
09.00-12.00 (Pengambilan)


KBRI tutup pada hari libur nasional Indonesia dan Belanda

info hari libur 2019

Lokasi & Route