Dubes RI di Belanda Bahas Kelapa Sawit bersama Parlemen Belanda

Dubes RI untuk Kerajaan Belanda, I Gusti A. Wesaka Puja, menekankan pentingnya perlakuan yang fair terhadap kelapa sawit di Eropa pada kesempatan diskusi terbuka dihadapan beberapa anggota Komite Perdagangan Luar Negeri Parlemen Belanda, tanggal 17 April 2019.

Diskusi diselenggarakan oleh Parlemen Belanda untuk mendorong potensi dan peluang peningkatan kerja sama ekonomi perdagangan Belanda dengan mitra-mitranya, termasuk Indonesia.

Isu tersebut disampaikan oleh Dubes RI berkenaan dengan pelarangan kelapa sawit yang dinilai sebagai satu-satunya vegetable oil yang tidak berkelanjutan oleh UE yang berujung pada phasing out penggunaan kelapa sawit untuk biofuel mulai tahun 2030. Perlakuan yang fair terhadap kelapa sawit diantara produk vegetable oil lainnya, menurut Dubes Puja, merupakan bentuk dukungan akan prinsip perdagangan bebas yang open, rules-based, fair, inklusif dan bersandar pada prinsip pembangunan berkelanjutan.

Dubes RI pada kesempatan tersebut juga menekankan peran penting kelapa sawit bagi perekonomian Indonesia. Kelapa sawit merupakan produk yang secara signifikan berkontribusi pada upaya pencapaian target Sustainable Development Goals, termasuk pengentasan kemiskinan, peningkatan akses ke pendidikan dan pemberian lapangan kerja. Ditekankan bahwa lebih dari 17 juta penduduk secara langsung dan tidak langsung tergantung hidupnya pada kelapa sawit.

Dubes Puja juga mengemukakan bahwa pemerintah bukan saja memfokuskan pada aspek ekonomi kelapa sawit, namun juga aspek konservasi alam dan lingkungan, termasuk dengan kebijakan moratorium dan peningkatan kualitas bibit untuk mendorong sustainabilitas serta produktivitas kelapa sawit, khususnya untuk petani kecil.

Dari aspek perdagangan, kelapa sawit merupakan komoditas penting bagi ekspor Indonesia, termasuk ke Belanda. Lebih dari 20% ekspor Indonesia ke Belanda saat ini didominasi oleh produk kelapa sawit.

Menurut Dubes RI, penghentian penggunaan kelapa sawit, khususnya untuk biofuel, bukanlah solusi, namun mendorong penggunaan kelapa sawit yang sustainable menjadi solusi yang lebih masuk akal. Karena itu, Dubes juga menyampaikan apresiasi atas peran aktif Pemerintah Belanda dalam kerja sama mendorong pembangunan berkelanjutan, termasuk kelapa sawit. Diharapkan kerja sama erat dengan Belanda tersebut juga terwujud.

Selain Dubes RI untuk Belanda, diskusi juga dihadiri oleh Dubes Kanada untuk Belanda, Dubes Jerman untuk Belanda dan KUAI Brazil untuk Belanda. Sementara itu, Komite Perdagangan Luar Negeri Parlemen Belanda di wakili oleh R de Roon (Freedom Party), Mustafa Amhaouch (Partai Kristen Demokrat), A Bouali (Partai Demokrat 66) dan W.R. van Haga (People’s Party for Freedom and Democracy/VVD).

 

Share this article

Tobias Asserlaan 8,
2517 KC Den Haag, Belanda

 

 

www.indonesia.nl

kontak & pelayanan

Buka Kantor:
Senin - Jumat
09.00-13.00 dan 14.00-17.00

Paspor / Visa: 
09.00-12.00 (Pengajuan)
15.00-16.00 (Pengambilan) 

Kekonsuleran: 
09.00-12.00 (Pengajuan) 
09.00-12.00 (Pengambilan)


KBRI tutup pada hari libur nasional Indonesia dan Belanda

info hari libur 2019

Lokasi & Route