Update terbaru: 3 February 2020

Perkawinan Warga Negara Indonesia (WNI) Di Belanda
KBRI dalam hal ini, Fungsi Konsuler, dapat melaksanakan kegiatan pernikahan, apabila kedua calon penganten berkewarganegaraan Indonesia, beragama Islam, dan memenuhi persyaratan sebagaimana yang telah ditentukan oleh Undang-Undang Perkawinan No. 1/1974.  Untuk pernikahan yang dilangsungkan oleh KBRI, Fungsi Konsuler akan memberikan Buku Nikah kepada kedua mempelai, selayaknya Buku Nikah yang diberikan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) dalam setiap perkawinan yang  dilaksanakan di Indonesia.
Sesuai dengan peraturan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Belanda, KBRI tidak diperkenankan melakukan pernikahan apabila salah satu atau kedua calon penganten adalah Warga Negara Belanda atau Warga Negara Asing lainnya.
Untuk dapat dilangsungkannya pernikahan oleh Fungsi Konsuler, WNI harus mengajukan surat permohonan kepada Duta Besar RI di Den Haag, Untuk Perhatian/UP Kepala Bidang Konsuler, dengan melampirkan dokumen-dokumen sebagai berikut:

  1. Akte Kelahiran kedua pihak (dokumen asli dan 1 fotokopi)
  2. Paspor kedua pihak (dokumen asli dan 1 fotokopi)
  3. Fotokopi izin tinggal dari IND atau KTP untuk penduduk Indonesia
  4. Surat Permohonan kedua calon mempelai kepada Kepala Perwakilan RI Den Haag
  5. Empat buah Pasfoto 4x6 dan 4 buah pasfoto ukuran 2x3
  6. Surat Kematian dari pasangan terdahulu
  7. Surat Keterangan Perceraian jika lebih dari 6 bulan, harus disertai Surat Keterangan belum pernah menikah lagi
  8. Surat Keterangan Kependudukan dari Gemeente dengan status kewarganegaraan dan status sipil
  9. Rekomendasi Nikah dan Pindah Nikah dari KUA bagi yang berdomisili di Indonesia
  10. Taukil Wali dari orang tua calon mempelai wanita yang dilegalisasi oleh KUA/Kepala Desa
  11. Surat persetujuan kedua mempelai
  12. Surat Keterangan untuk Kawin dari Kepala Desa (Model Na)
  13. Surat Keterangan tentang orang tua (Model Nh)
  14. Surat Keterangan Asal Usul (Model Nf)

Setelah mempelai kembali ke Indonesia, pernikahan harus dilaporkan ke Kantor Urusan Agama (KUA), dimana kedua penganten bertempat tinggal. Laporan ke KUA tidak boleh melebihi jangka waktu 1 (satu) tahun sejak kedatangan di Indonesia.

Perkawinan Orang Asing Di Indonesia
Pernikahan yang dilakukan oleh orang asing di Indonesia, harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

  1. Bagi yang beragama Islam, dilakukan di KUA
  2. Bagi yang beragama bukan Islam, pernikahan dilakukan di Kantor Catatan Sipil, dengan catatan: Pernikahan yang dapat dicatat adalah pernikahan  yang telah dilangsungkan sesuai ketentuan hukum agama masing-masing (pasal 2 UU No. 1 tahun 1974 tentang Perkawinan)
  3. Mempunyai izin dari Kedutaan Besar/Konsulat Belanda di Indonesia
  4. Mempunyai surat keterangan mengenai status yang bersangkutan (single, duda atau janda) dari Gemeente setempat
  5. Mempunyai akte kelahiran
  6. Mempunyai paspor yang masih berlaku

Perceraian
Sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, perceraian atas satu perkawinan harus diputuskan oleh Pengadilan, dalam hal ini Pengadilan Agama di Indonesia.  Walaupun Perwakilan Republik Indonesia, KBRI tidak memiliki wewenang untuk melaksanakan perceraian atas satu perkawinan yang telah dilakukan.
Berikut adalah Prosedur Perceraian Bagi Penggugat dan Tergugat yang tinggal di luar negeri (Pasal 66 ayat (4) UU No. 7/1989):

  1. Dalam hal Penggugat dan Tergugat berada di luar negeri, tetapi perkawinan dilaksanakan di Indonesia. Permohonan perceraian diajukan kepada Pengadilan Agama yang daerah hukumnya meliputi tempat perkawinan dilangsungkan atau kepada Pengadilan Agama Jakarta Pusat.
  2. Penggugat dan Tergugat berada di luar negeri, dan perkawinan dilaksanakan di luar negeri, namun bukti perkawinan (dalam masa 1 tahun setelah pasangan suami isteri kembali ke wilayah Indonesia), telah didaftarkan/dilaporkan pada KUA,  dimana suami atau isteri tersebut bertempat tinggal. Permohonan perceraian diajukan kepada Pengadilan Agama di salah satu wilayah dimana bukti perkawinan telah dilaporkan.
  3. Penggugat dan Tergugat berada di luar negeri, dan perkawinan dilaksanakan di luar negeri, namun bukti perkawinan belum pernah didaftarkan/dilaporkan pada salah satu KUA dimana suami atau isteri bertempat tinggal.  Permohonan perceraian diajukan kepada Pengadilan Agama Jakarta Pusat.

Tobias Asserlaan 8,
2517 KC Den Haag, Belanda

 

 

www.indonesia.nl

kontak & pelayanan

Buka Kantor:
Senin - Jumat
10.00 - 17.00 

Kekonsuleran: 
Hari SENIN, RABU & JUMAT saja
10.00-12.00

Paspor: 
Hari RABU & JUMAT saja
10.00-12.00

Visa:  
Hari SELASA & KAMIS saja
10.00-12.00




KBRI tutup pada hari libur nasional Indonesia dan Belanda

info hari libur 2020

Lokasi & Route