Inspirasi rencana perjalanan liburan ke Yogyakarta

Jakarta (ANTARA) - Banyak hal yang bisa dilakukan selama berdiam diri di rumah, termasuk mempersiapkan liburan dari jauh-jauh hari.

Meski belum leluasa bepergian ke tempat jauh, tak ada salahnya menyiapkan rencana perjalanan hingga ke rincian tujuan wisata yang harus didatangi. Sehingga, ketika waktunya tiba, Anda hanya perlu menyiapkan barang bawaan dan siap berangkat.

Para pelaku industri pariwisata memprediksi tujuan wisata lokal bakal jadi primadona, orang-orang akan memilih bersantai di hotel, atau pergi ke kota-kota terdekat dari rumah.

Yogyakarta adalah salah satu tujuan wisata favorit di Indonesia yang menyimpan berbagai tempat bersejarah hingga makanan lezat. Jika Anda berminat datang ke sana, rencana perjalanan liburan Yogyakarta dari tur virtual HIS Travel bisa jadi inspirasi.

Tugu Yogyakarta

Kendaraan bermotor melintas di perempatan Tugu Yogyakarta, Senin (15/9). Tugu Yogyakarta merupakan sebuah tugu atau monumen yang sering dipakai sebagai simbol atau lambang dari kota Yogyakarta yang dibangun oleh Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) I dan sekarang Tugu Yogyakarta merupakan salah satu ikon pariwisata Kota Yogyakarta. ANTARA FOTO/Noveradika/ss/mes/14 (ANTARAFOTO/NOVERADIKA)


Tugu Yogyakarta dibangun pada 1700-an oleh Sultan Hamengkubuwono 1. Ketika baru didirikan, bentuk tugunya berbeda dengan saat ini. Menurut pemandu wisata Siti Jumanah di tur virtual, Sabtu (15/8), tugu Golong-Gilig dulunya memiliki bagian atas berbentuk bulat seperti bola, lambang persatuan antara penguasa Kraton Yogyakarta, raja, dan rakyatnya.

"Persatuan untuk mengusir penjajah belanda, ini tak lepas dari filosofi 'Manunggaling Kawulo Gusti', persatuan raja dan rakyat tercipta atas kehendak Maha Kuasa," kata Siti.

Tugu ini runtuh pada 1867 akibat gempa bumi besar, lalu dibangun kembali oleh Belanda pada masa kekausaan Sultan Hamengkubuwono VII. Bagian atasnya dibuat berbeda, mengerucut seperti tanduk kijang.

"Belanda mengubah bentuknya untuk mengikis semangat perjuangan rakyat dan raja, tapi taktiknya gagal."

Malioboro
Tempat wajib didatangi oleh turis di Yogyakarta ini menyimpan banyak toko menarik. Suasananya pun meriah pada malam hari. Jangan lupa mampir ke pasar Beringharjo dan memborong batik, terutama buat Anda pencinta belanja.

Makan gudeg
Rasanya belum lengkap ke Yogyakarta tanpa menyantap gudeg. Ada banyak pilihan untuk pelancong, tapi salah satu yang terkenal adalah Gudeg Yu Djum yang disebut pelopor gudeg kering tanpa kuah.

 

Share this article

Tobias Asserlaan 8,
2517 KC Den Haag, Belanda

 

 

www.indonesia.nl

kontak & pelayanan

Buka Kantor:
Senin - Jumat
10.00 - 17.00 

Kekonsuleran: 
Hari SENIN, RABU & JUMAT saja
10.00-12.00

Paspor: 
Hari RABU & JUMAT saja
10.00-12.00

Visa:  
Hari SELASA & KAMIS saja
10.00-12.00




KBRI tutup pada hari libur nasional Indonesia dan Belanda

info hari libur 2020

Lokasi & Route