Mengeksplorasi Peluang Ekonomi

Wawancara Bisnis Indonesia dengan Duta Besar RI Untuk Belanda I Gusti Agung Wesaka Puja

JAKARTA — Dihadapkan berbagai tantangan, hubungan bilateral antara Indonesia dan Belanda saat ini semakin erat dan terus mengarah pada kerja sama yang positif pada berbagai bidang.  Untuk membahas  mengenai  strategi penguatan hubungan bilateral dan peluang kerja sama,  Bisnis berkesempatan mewawancarai I Gusti Agung Wesaka Puja, Duta Besar RI untuk Kerajaan  Belanda. Berikut petikannya:

Apa sasaran penting hubungan Indonesia dan Belanda?
Indonesia  dan  Belanda memiliki hubungan historis  yang  panjang, tetapi  hubungan diplomatik  dengan Belanda baru  dimulai  sejak  Desember  1949. Saat ini hubungan bilateral Indonesia—Belanda  memiliki  fondasi yang  kuat.  Salah satu  momentum penting  dari  hubungan bilateral  kedua  negara  ditandai  dengan  peluncuran  Deklarasi  Bersama  mengenai Kemitraan  Komprehensif  (Joint Declaration  on Comprehensive Partnership) saat  kunjungan Perdana  Menteri Rutte ke Indonesia  pada  November 2013. Hubungan  politik  yang  sangat baik  ini merupakan aset  bagi upaya kerja  sama  ekonomi.
Pada 2016, hubungan bilateral  kedua negara  semakin  intensif,  positif dan dinamis  dengan  keberhasilan saling kunjung  Kepala Negara/Pemerintahan Indonesia  dan  Belanda, serta  tercapainya kesepakatan di berbagai  bidang.
Ada banyak  kesepakatan baik  pemerintah  maupun  bisnis  yang secara  sig- nifikan  mendukung kerja  sama  kedua negara  melalui  kunjungan tersebut, baik di sektor  energi,  infrastruktur, kesehatan, pendidikan, pertahanan, pertanian, dan  pariwisata.

Kedua negara  memiliki kedekatan secara historis, apa saja manfaat yang  bisa diperoleh  Indonesia dari hal tersebut?
Dari perspektif  ekonomi,  penting untuk  digarisbawahi  transformasi  relasi sejarah  masa  lalu dengan  intensifikasi kerja  sama  ekonomi  saat ini. Belanda merupakan salah  satu  mitra  terbesar Indonesia  baik  untuk  perdagangan dan  investasi.
Belanda merupakan mitra  dagang terbesar  kedua  di antara  negara-negara Uni Eropa setelah  Jerman,  dengan nilai  perdagangan pada  2017 senilai US$5,06 miliar
Pada  lingkup  global,  Belanda merupakan mitra  dagang  terbesar  di urutan  ke-13.  Di bidang  investasi, Belanda  merupakan sumber  Foreign Direct Investment  terbesar  di Indonesia  jika  dibandingkan dengan negara-negara  UE lainnya  dengan nilai  pada  2017 sebesar  US$1,48 miliar.  Penting  juga  digarisbawahi bahwa  sejarah  masa  lalu  telah berubah  menjadi  friendly  relations masyarakat  kedua  bangsa.  Saat ini  Belanda  merupakan salah  satu sumber  wisatawan  mancanegara ke Indonesia  dengan  jumlah  kunjung- an  wisatawan  mencapai  lebih  dari 205.000  kunjungan pada  2017.

Apa yang  menjadi prioritas dan target Anda sebagai Duta Besar?
Salah satu  prioritas  utama  adalah membawa  hubungan bilateral  agar memberikan  manfaat  yang besar dan nyata  bagi masyarakat  Indonesia  pada berbagai  lini, di bidang  politik,  perdagangan,  investasi,  pariwisata,  kerja sama  sosial budaya  serta  peningkatan kerja  sama  teknis.  Di bidang  politik, hubungan Indonesia  dan  Belanda masih  memiliki  beberapa  isu residual yang harus  dikelola  dengan  baik.  Oleh sebab  itu,  dibutuhkan komunikasi  yang baik dan  terbuka  antar  pemerintah kedua  negara,  seperti  yang saat ini sudah  terbina.
Kondisi tersebut  merupakan prioritas sekaligus  target  yang harus  diperta- hankan  dan  ditingkatkan. Stabilitas dan  hubungan bilateral  yang baik antarpemerintah kedua  negara  akan menjadi  landasan  kuat  bagi kerja sama-kerja  sama  di bidang  lainnya, khususnya kerja  sama  ekonomi  dan pembangunan.

Apakah ada tugas khusus yang diamanatkan pemerintah ketika ditunjuk menjadi Duta Besar?
Peningkatan  kerja  sama  ekonomi merupakan salah  satu  yang diamanatkan  saat saya ditunjuk  sebagai Dubes oleh Presiden.  Peningkatan  kerja sama  ekonomi  ini tidak  bisa berjalan sendiri,  harus  berjalan  seiring  dengan kerja  sama  politik,  sosial budaya,  dan juga people to people relations. Perlindungan  warga  negara  Indonesia  juga menjadi  bagian  penting  dari amanat penugasan  saya.
Dalam kaitan  tersebut,  Presiden Joko  Widodo meminta  para  Dubes untuk  menjadi  the best marketer  untuk kepentingan Indonesia  di negara  akreditasi.  Yang dimaksud  sebagai the best marketer  dalam  konteks  Belanda dapat diterjemahkan untuk  mentransformasi kerja  sama  dan  hubungan baik  yang telah  ada menjadi  hubungan yang semakin  membuahkan hasil  nyata. Dalam hal  ini, manfaat  ekonomi  menjadi salah  satu  prioritas.

Bagaimana strategi untuk meningkatkan hubungan perdagangan kedua negara?
Kita secara  aktif  menggelar  promosi  perdagangan berupa  pameran seperti  Horecava.  Setiap tahun  kita selalu  berpartisipasi  dalam  kegiatan tersebut.  KBRI juga  rutin  mengadakan  business  matching,  dan  pengamatan  pasar  untuk  mengetahui peluang-peluang produk  Indonesia yang  dapat  diperluas  pasarnya  atau peluang  produk  baru  Indonesia untuk memasuki  pasar  Belanda  dan Eropa pada  umumnya.
Berbagai promosi  tersebut  diharapkan  dapat  mendorong  peningkatan perdagangan kedua  negara.  Pada 2017 perdagangan bilateral  dengan  Belanda naik  mencapai  27%,  sedangkan  hingga periode  Agustus  tahun  ini, perda- gangan  kita naik  hampir  7%.

Apa saja produk Indonesia yang paling diminati?
Terkait  dengan  produk  yang diminati, komponen ekspor terbesar kita adalah  minyak  kelapa  sawit.  Pada 2017, sekitar  31%  ekspor  Indonesia ke  Belanda adalah  produk  minyak kelapa  sawit  dan  turunannya. Selain itu,  organic chemical juga merupakan bagian  dari ekspor  terbesar  Indonesia ke Belanda.  Produk  alas kaki,  dan produk  kayu  juga termasuk  produk yang banyak  diminati.
Kita juga  ingin  mendorong  perluasan  ekspor  produk  kopi  dan  rempah melalui  pintu  masuk  Belanda.  Pada tahun  ini telah  digelar  pameran World of Coffee yang  diselenggarakan di Amsterdam.  Pada partisipasi  tahun ini,  melibatkan  berbagai  eksportir kopi  dari  Indonesia  termasuk  Specialy Coffee Association  Indonesia,  dan  berhasil  membukukan transaksi  sekitar US$5,7 juta.

Peluang kerja sama  di bidang investasi dan sektor apa saja yang dinilai menarik?
Sejauh  ini investasi  Belanda di Indonesia  sudah  berlangsung  lama,  seperti melalui  Shell, Friesland  Campina, Philips,  Royal Haskoning,  dan  lainnya. Selama periode  5 tahun  (2012-2017) investasi  Belanda di Indonesia  mencapai hampir  US$8 miliar.  Pada 2017 FDI (Foreign  Direct Investment)  Belanda  ke Indonesia  mencapai  US$1,48 miliar  dan  merupakan yang tertinggi dibanding  negara-negara  Eropa lain- nya.
Peluang  investasi  Belanda ke Indonesia  masih  bisa terus  ditingkatkan. Berbagai langkah  dan  kebijakan  yang sudah  dijalankan  pemerintah seperti ease of doing business diharapkan akan membantu  upaya  peningkatan investasi  ke Indonesia.

Indonesia dan Belanda  telah sepakat untuk meningkatkan kerja sama  di bidang infrastruktur dan kemaritiman. Bagaimana perkembangannya?
Belanda  memiliki  pengalaman  dan juga  tingkat  inovasi  yang  tinggi  di bidang  infrastruktur kemaritiman seperti  pelabuhan, dan  logistik.  Oleh sebab  itu,  kita  terus  mengupayakan  peningkatan investasi  di kedua sektor  ini.
Ada beberapa  kesepakatan untuk pengembangan dan  pembangunan pelabuhan  yang  masih  terus  berlangsung  antara  perusahaan-perusahaan Belanda seperti  Port of Rotterdam, Van  Oord, dan  lainnya  dengan  ber- bagai  mitra  di Indonesia  termasuk Pelindo.
Selain pelabuhan, terdapat  bidang- bidang  lain yang terus  kita eksplorasi dan  dorong  realisasinya,  seperti bidang  energi  terbarukan, dan  waste to energy. Saat ini Belanda tengah mendorong  realisasi  investasi  pembangkit  energi  arus  di Larantuka  yang masih  terus  berproses.

Adakah harapan tertentu yang disampaikan pebisnis Indonesia kepada Anda?
Terdapat  beberapa harapan  yang disampaikan pebisnis  Indonesia, baik  secara langsung kepada  saya atau  ditujukan  kepada KBRI secara umum, seperti ha- rapan  untuk dikoneksikan dengan  mitra atau  pasar untuk  produk mereka.
Para pebisnis juga  meminta informasi  mengenai mitra  untuk  peluang ekspor  komoditas  pertanian,  dan  banyak  juga yang menyampaikan permintaan untuk mencarikan mitra  untuk berinvestasi  di bidang  pengelolaan sampah,  pengelolaan  pelabuhan, atau mitra  untuk  sharing informasi,  pengalaman  dan  juga teknologi  di bidang yang masih  banyak  dibutuhkan di Indonesia  seperti  pengelolaan  air, dan waste management.

Bagaimana dengan  kerja sama  di bidang pangan  dan pertanian?
Indonesia  dan Belanda memiliki kerja sama pertanian  yang terus ditingkatkan  melalui Working Group on Agriculture, Fisheries and Forestry. Dalam hal ini, Kementerian  Pertanian RI menjadi  salah satu focal point dari pihak Indonesia,  sementara  itu di pihak Belanda adalah kementerian Pertanian,  Alam dan Kualitas Makanan.
Bidang-bidang  kerja  sama  yang ada seperti  pengendalian hama  penyakit dan  pengurangan ketergantungan terhadap pestisida.  Selain itu,  kedua  negara juga aktif dalam  kerja  sama  Food Security Project on Horticulture,  seperti program  Veg-IMPACT untuk  mendorong efisiensi  penggunaan resource, dan transfer  pengetahuan terkait  pertanian kepada  para  petani  di Indonesia.

Apa saja kesepakatan atau perjanjian yang  saat ini sedang dimatangkan kedua negara?
Yang menjadi  fokus  kedua  negara saat  ini adalah  untuk  mengimplementasikan  dan  mengintensifkan realisasi berbagai  perjanjian  kerja  sama  yang telah  disepakati  kedua  negara.  Hal ini penting  untuk  terus  didorong,  agar kesepakatan perjanjian  tidak  hanya berhenti  setelah  ditandatangani saja.
Pada saat yang sama,  terdapat beberapa  kerangka  kerja  sama  sedang dalam  pembahasan, seperti  Letter of Intent  between  the  National  Centre for Archeology (ARKENAS). Saat ini kita juga sedang  mengupayakan payung kerja  sama  secara  luas  di bidang  kesehatan.
Namun,  hal  ini masih  membutuhkanpembahasan secara  intensif,  termasuk pembahasan internal  lintas  instansi terkait  di Indonesia.  Secara umum, apabila  terlaksana, MoU ini diharapkan  akan  lebih  mengintensifkan kerja sama  kesehatan  yang telah  ada saat ini, termasuk  pendidikan  perawat.
Strategi untuk  mendorong  implementasi  berbagai  kesepakatan adalah melalui  intensifikasi  dialog pematangan program  kerja  sama  sebagaimana dituangkan dalam  MoU, menyusun plan of action, dan  juga secara  berkala  melalukan*  review. Kerja sama bidang  air menjadi  salah  satu  contoh konkret  dalam  konteks  ini.

Bagaimana strategi Anda untuk mempromosikan potensi pariwisataIndonesia?
Berbagai kegiatan  yang telah  dilakukan  antara  lain adalah  pameran, dan  sales mission  di bidang  pariwisata maupun  joint promotion dengan  tour operator  lokal.
KBRI Den Haag juga memiliki program  penggalangan  terhadap  tour operator yang ada di Belanda,  melalui tour operator gathering. Program  ini diselenggarakan selain  untuk  memperkuat  jejaring  juga untuk  mendengarkan  masukan-masukan terkait  dengan program  promosi  yang tepat  untuk pasar  Belanda.

Menurut Anda apa saja hal-hal yang  masih  menjadi penghalang atau  tantangan dalam hubungan bilateral Indonesia?
Tantangan  ke depannya  ialah  bagaimana  bisa tetap  menjaga  atau  bahkan meningkatkan hubungan bilateral yang sudah  terjalin  erat.  Tantangan lainnya  ialah  meningkatkan pemahaman  di wilayah  akreditasi  bahwa Indonesia  merupakan negara  demokrasi yang besar  dan  bangsa  Indonesia yang toleran.
Pekembangan  politik  di Tanah  Air mendapat  perhatian  yang besar  di Belanda.  Selain itu juga diperlukan pengelolaan  isu-isu  sensitif terkait sejarah  dengan  prinsip  forward looking bagi kepentingan rakyat  kedua  negara.

Pada saat awal mengemban tugas sebagai Duta Besar, bagaimana strategi Anda untuk melakukan  pendekatan kepada elite pejabat,  pengusaha, atau masyarakat di Belanda?
Saya banyak  terbantu  dengan  luasnya koneksi  yang sudah  dijalin  dan juga dibuka  pada  masa  Duta Besar sebelumnya  (Menlu  Retno Marsudi) kepada  para  pejabat,  pengusaha, serta masyarakat  di Belanda. Oleh sebab  itu, ketika  awal  mengemban  tugas sebagai Dubes RI untuk  Belanda yang saya lakukan  ad0alah*  menjaga  koneksi  dan hubungan baik yang sudah  ada,  serta terus  mengupayakan koneksi-koneksi khusus  yang perlu  dikembangkan lebih lanjut.
Pewawancara: Fitri Sartina  Dewi & Oktaviano  D. Baptista

 

Share this article

Tobias Asserlaan 8,
2517 KC Den Haag, Belanda

 

 

www.indonesia.nl

kontak & pelayanan

Buka Kantor:
Senin - Jumat
09.00-12.00 dan 15.00-16.00

Paspor / Visa: 
09.00-12.00 (Pengajuan)
15.00-16.00 (Pengambilan) 

Kekonsuleran: 
09.00-12.00 (Pengajuan) 
11.00-12.00 (Pengambilan)


KBRI tutup pada hari libur nasional Indonesia dan Belanda

info hari libur 2018

Lokasi & Route