Gebyar Budaya Indonesia jelang tutup tahun di Belanda

London (ANTARA News) - Lagu "We Are Family" yang dipopulerkan kelompok Sister Sledge dari Amerika Serikat (AS) pada 1979 terdengar berdentum-dentum yang dilantunkan puluhan undangan yang ikut bergoyang mengikuti irama musik bernuansa soul-disco menjadi satu suasana Gebyar Budaya Indonesia jelang tutup tahun 2017 di Belanda.



Acara itu dimeriahkan penampilan kelompok seni dan penyanyi Indonesia di Belanda, seperti kelompok Peduli Seni Indonesia, Nightbreakers band, Asti Dewi dan Potatoon band, beranggotakan mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Belanda, kata Minister Counsellor Penerangan, Sosial dan Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Indonesia (Pensosbud KBRI) Denhaag, Belanda, Renata Siagian, kepada ANTARA News, Jumat (29/12).

Sementara itu, penyanyi di atas panggung mengajak undangan yang memadati gedung untuk ikut bernyanyi dan bergoyang.

"Kita semua di sini adalah saudara. Mari kita menyanyi bersama," ajaknya dalam bahasa Inggris. 

"We are family, I got all my sisters with me," ujar Justine Pelmelay, penyanyi Belanda, dari ibu asal Jawa dan ayah dari Ambon.

Justine pernah mewakili Belanda dalam Eurovision Song Festival 1989, dan menelurkan sejumlah lagu populer di Negeri Kincir Angin itu.

Penampilan perempuan kelahiran Leiden, 24 September 1958, di Event Plaza itu merupakan puncak acara Gebyar Budaya Indonesia 2017 yang diadakan KBRI Denhaag.

Acara digelar usai Perayaan Natal Bersama Masyarakat Indonesia di Belanda guna memperkuat persatuan dan kesatuan masyarakat Indonesia di Belanda, sekaligus menunjukkan pluralisme menjadi dasar kekuatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Lebih dari 1.500 orang hadir pada acara iitu, terdiri atas masyarakat Indonesia di Belanda, kalangan diplomatik, media lokal dan masyarakat Belanda.

Selain itu, Gebyar Budaya Indonesia 2017 juga menampilkan finalis Indonesian Idols, Harry Mantong, dan pemusik dari Indonesia,Tesla Manaf.

Duta Besar RI untuk Kerajaan Belanda I Gusti Agung Wesaka Puja turut menyanyikan beberapa lagu, seperti Can`t Help Falling In Love dan It`s Now or Never dari legenda rock & roll Elvis Presley.

Saat Dubes Puja membawakan lagu Can`t Help Falling In Love, yang diiringi kelompok musik Nightbreakers, tampak aksi penari latar belakang mengikuti lantunan nada.

Penonton pun bersorak gembira dan bertepuk tangan menyaksikan aksi spontan Sang Duta Besar itu. Usai mengiringi Dubes Puja, Nightbreakers membawakan sejumlah lagu, kemudian mengajak hadirin menari poco-poco bersama, sehingga menambah suasana makin meriah.

Selain hiburan musik dan tari, pengunjung menikmati hidangan khas Indonesia,  seperti pastel dan lumpia, lontong sayur, rawon, rendang dan gado-gado.

Dalam Gebyar Budaya Indonesia 2017, KBRI Den Haag juga membagikan selebaran mengenai aman berkunjung ke Bali (Bali Safe) kepada pengunjung, di tengah musibah akibat letusan Gunung Agung beberapa waktu lalu.

Pewarta: Zeynita Gibbons
Editor: Priyambodo RH
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Share this article

Tobias Asserlaan 8,
2517 KC Den Haag, Belanda

 

 

www.indonesia.nl

kontak & pelayanan

Buka Kantor:
Senin - Jumat
09.00-12.00 dan 15.00-16.00

Paspor / Visa: 
09.00-12.00 (Pengajuan)
15.00-16.00 (Pengambilan) 

Kekonsuleran: 
09.00-12.00 (Pengajuan) 
11.00-12.00 (Pengambilan)


KBRI tutup pada hari libur nasional Indonesia dan Belanda

info hari libur 2018

Lokasi & Route