Merayakan kemenangan, sekaligus menegaskan ke-Bhinneka-an Indonesia

Tenda-tenda putih berjajar rapi, mengelilingi lapangan berumput hijau. Sementara itu, sebuah spanduk besar berwarna hijau dan bertuliskan “Selamat Hari Raya Idul Fitri 1439 H”, tergantung pada tembok teras di bawah balkon. Wisma Duta, kediaman resmi Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Belanda, yang berlokasi di kota Wassenaar, berdandan cantik hari ini, Jumat, 15 Juni 2018. Siap menyambut para tamunya, yang hadir untuk merayakan hari kemenangan setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh.

Sekitar pukul 11.00, tamu-tamu mulai berdatangan. Mereka disambut hangat oleh Duta Besar I Gusti Agung Wesaka Puja beserta istri; Wakil Duta Besar, Fikry Cassidy; dan para pejabat Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Den Haag. Meskipun Jumat, 15 Juni 2018, bukan hari libur di Belanda, tak kurang dari 2.000 orang hadir pada acara halal bi halal ini. Tak hanya kaum Muslim Indonesia di Belanda, melainkan juga warga non-Muslim, pelajar, mahasiswa, diaspora Indonesia, friends of Indonesia, dan masyarakat Belanda.

“Walaupun bukan hari libur, saya berusaha untuk datang ke acara ini,” kata Puji Wahyuningtyas, warga negara Indonesia yang bermukim di kota Den Haag. Puji menyambut antusias penyelenggaraan halal bi halal di Wisma Duta. “Acara yang diselenggarakan setahun sekali oleh KBRI ini merupakan kesempatan yang sangat baik untuk bersilaturahmi dengan sesama Muslim di Belanda,” ia menambahkan.

Antusiasme ini juga ditunjukkan oleh Wafi, Ilham, Bayu, Imam, Irfan, dan Naufal. Mahasiswa Universitas Indonesia Jakarta, yang sedang berkuliah di universitas di Amsterdam dan Rotterdam, ini mengaku sangat senang bisa hadir di Wisma Duta, untuk merayakan hari kemenangan setelah menjalani ibadah puasa di Belanda yang sangat berat tantangannya. “Waktu puasanya panjang banget dan membuat jam tidur jadi berantakan,” kata mereka. “Selain itu, lingkungan di sini juga tidak mendukung untuk menjalankan puasa,” kata mereka lagi.   

Halal bi halal KBRI Den Haag merupakan acara tahunan pada setiap perayaan Idul Fitri di Belanda. Acara ini diselenggarakan, bukan hanya untuk merayakan hari kemenangan warga Muslim, namun juga untuk menegaskan ke-Bhinneka-an Indonesia. Lewat acara ini, tali silaturahmi dan persaudaraan antara KBRI dengan masyarakat Indonesia, termasuk dengan para pemuka agama non-Islam Indonesia di Belanda dan dengan masyarakat Belanda yang memiliki kedekatan dengan Indonesia, semakin dipererat.  

Halal bi halal di Wisma Duta merupakan puncak rangkaian penyelenggaraan kegiatan ramadhan dan Idul Fitri di Belanda. Malam sebelumnya, telah diselenggarakan takbir menyambut Idul Fitri di masjid Indonesia, Al Hikmah, di Den Haag. Paginya, di masjid yang sama, KBRI dan umat Muslim Indonesia melakukan shalat Idul Fitri. Bertindak sebagai Imam adalah Ustadz Muhamad Fauzi Azhar, dan sebagai Khotib, Ustadz Rifqi Maula Ade Khaerul, Lc. MA. Shalat ini dihadiri sekitar 1.800 orang, terdiri atas warga Indonesia, Belanda, dan warga negara lainnya, seperti Turki dan Maroko.

Layaknya Idul Fitri di tanah air, halal bi halal di Wisma Duta juga sangat kental bernuansa Indonesia. Hidangan khas lebaran, lontong opor - sambal goreng hati, dapat dinikmati di sini. Tak hanya itu, sate, rendang, gado-gado, soto konro, nasi kebuli, sayur asam, es cendol, dan ice cream pun cukup berlimpah. “Makanan yang dihidangkan di sini benar-benar excellent,” kata Arnold van Doorn, anggota Dewan Kota Den Haag. “Saya menyukai makanan Indonesia, dan favorit saya adalah rendang, es cendol, dan tongseng,” ia menambahkan.

Sambil menyantap hidangan, >Arnold van Doorn dan seluruh hadirin lainnya dihibur dengan lagu-lagu Indonesia, persembahan musisi dan penyanyi Indonesia di Belanda, seperti Ferry dan Asti Dewi. Tak hanya lagu-lagu pop kondang Indonesia, para penyanyi juga melantunkan tembang-tembang dangdut dan Jawa. Kegembiraan memuncak ketika para penyanyi mengajak hadirin untuk bersama-sama menari poco-poco dan bergoyang Maumere.

Tak terasa, waktu telah beranjak sore. Sekitar pukul 17.00, satu per satu hadirin mulai berpamitan dan meninggalkan Wisma Duta, untuk kembali ke rumah masih-masing. Ada yang pulang ke Den Haag, ke Leiden, ke Amsterdam, ke Rotterdam, dan lain-lain, bahkan ke Maastricht, yang jaraknya lebih dari 200 kilometer dari Wassenaar. 

Share this article

Pelayanan Publik: Senin - Jumat
09.00-12.00 dan 15.00-16.00
KBRI tutup pada hari libur nasional Indonesia dan Belanda

info hari libur 2018

Route